All About AYAM PETELUR

 

A.  <>   Sejarah Singkat Ayam Petelur

            Peternakan ayam ras petelur selama 50 tahun lebih telah berkembang sangat luar biasa dan saat ini menjadi suatu usaha berskala industri yang sangat modern. Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.

            Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya akrab dengan pola kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur murni). Ayam semacam ini masih bisa dijumpai di tahun 1950-an yang dipelihara oleh beberapa orang penggemar ayam. Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap seperti ayam kampung saja, bila telurnya enak dimakan maka dagingnya juga enak dimakan. Namun, pendapat itu ternyata tidak benar, ayam negeri/ayam ras ini ternyata bertelur banyak tetapi tidak enak dagingnya.

            Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup lama hingga menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras mempunyai klasifikasi sebagai petelur handal dan pedaging yang enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai diatas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur.

B.     <> Jenis- jenis Ayam Petelur

                 Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:
            1). Tipe Ayam Petelur Ringan.
                          Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini    mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus untuk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan, dan ayam ini mudah kaget dan bila kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga bila kepanasan.

       2). Tipe Ayam Petelur Medium.
                     Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak.

C.   <>  Peran Beternak Ayam Petelur

1.    Bidang Usaha atau Industri

Peternakan ayam ras petelur selama 50 tahun lebih telah berkembang sangat luar biasa dan saat ini menjadi suatu usaha berskala industri yang sangat modern dengan didukung oleh 4 subsistem yang cukup kokoh, yakni industri hulu, industri hilir, subsistem budi daya, dan industri pendukungnya. Di sisi budi daya, juga telah terjadi perkembangan yang cukup signifikan dalam pelaksanaan tata laksana pemeliharaan ayam ras petelur, yang disebabkan oleh perbaikan mutu genetik DOC (day old chick) ayam ras petelur yang dilakukan secara terus- menerus oleh industri pembibitan.

Saat ini, dunia perunggasan Indonesia sudah sangat berkembang, sehingga bisa dikatakan bahwa agribisnis perunggasan adalah salah satu usaha yang sudah berskala industri agribisnis modern dan tidak bisa disamai oleh akomoditas peternakan lainnya.

Di sisi permintaan, saat ini produksi telur ayam ras petelur mampu mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri sebesar 65 %. Iklim perdagangan global yang sudah mulai terasa saat ini, semakin memungkinkan produk telur ayam ras dari Indonesia untuk masuk ke pasar luar negeri, mengingat produk ayam ras petelur bersifat elastic terhadap perubahan pendapatan per kapita per tahun dari suatu Negara.

Sebenarnya, Indonesia beuntung telah berhasil memproduksi telur ayam ras yang diharapkan bisa bersaing di dunia internasional.

2.      Di Bidang Kesehatan

 

Telur ayam ras, bisa menjadi :

a.       Telur rendah kolesterol

b.      Telur omega 3

Jika pemberian pakan dilakukan dengan benar , dan dapat membuat peternak ayam petelur meraih keuntungan, karena  biaya pakan yang dikeluarkan berkurang dan telur- telur tersebut  harganya lebih mahal disbanding telur biasa. Dan juga  baik untuk dikonsumsi, dimana mampu menghindarkan kita dari tinggi kolesterol dan juga omega 3 yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan membentuk kecerdasan sejak masa anak- anak. Jadi, beternak ayam petelur juga berperan dalam bidang kesehatan.

 

1.      Ayam-ayam petelur unggul yang ada sangat baik dipakai sebagai plasma nutfah untuk menghasilkan bibit yang bermutu. Hasil kotoran dan limbah dari pemotongan ayam petelur merupakan hasil samping yang dapat diolah menjadi pupuk kandang, kompos atau sumber energi (biogas).

2.      Sedangkan seperti usus dan jeroan ayam dapat dijadikan sebagai pakan ternak unggas setelah dikeringkan.

3.      Telur dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita, seperti protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Ada banyak hal baik sisi positif maupun negatif dari mengkonsumsi telur. Ada yang bilang bahwa telur memiliki kadar kolesterol tinggi yang tidak baik bagi kesehatan kita ,namun telur juga sebutir telur mampu mencukupi kebutuhan protein harian kita.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s